SALAM PAPUA (TIMIKA) – Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, meminta operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah berjalan di Kabupaten Mimika tetap dilanjutkan sambil menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah pusat melalui Badan Gizi Nasional (BGN).
Hal tersebut disampaikan menyusul adanya perubahan struktur kepemimpinan di tingkat pusat yang berdampak pada perlunya penyesuaian kebijakan terkait pelaksanaan program pemenuhan gizi.
Emanuel mengatakan, hingga kini belum ada informasi lebih lanjut mengenai SPPG yang sebelumnya berstatus suspend. Pemerintah daerah masih menunggu kebijakan dan petunjuk teknis dari pemerintah pusat.
“Untuk SPPG yang di-suspend belum ada informasi, karena seperti yang sudah kita bahas, kita masih menunggu kebijakan perubahan dari pusat. Namun, yang sedang jalan, ya jalan saja. Saya berharap di Mimika yang sudah berjalan bisa terus berlanjut,” ujar Emanuel, Sabtu (22/8/2026).
Menurutnya, layanan pemenuhan gizi bagi siswa di Mimika diharapkan tidak terhenti hanya karena pemerintah daerah masih menunggu arahan resmi dari pusat.
Emanuel menambahkan, monitoring secara formal terhadap pelaksanaan SPPG juga belum dilakukan karena pihaknya masih menunggu arahan teknis dan kebijakan terbaru dari pemerintah pusat.
Meski demikian, ia menekankan pentingnya pengelola SPPG menjaga kualitas dan standar makanan yang diberikan kepada siswa. Hal tersebut dinilai penting untuk memastikan program pemenuhan gizi berjalan aman dan memberikan manfaat maksimal bagi anak-anak.
“Yang penting kita kendalikan isu-isu yang ada. Kami berharap dapur-dapur ini menyajikan makanan yang berkualitas dan baik, sehingga tidak menimbulkan masalah. Walaupun jumlahnya saat ini masih terbatas, kami berharap fasilitas yang ada dapat berjalan dengan maksimal,” pungkas Kemong.
Pemerintah Kabupaten Mimika berharap seluruh SPPG yang telah beroperasi dapat terus memberikan pelayanan dengan memperhatikan kualitas makanan, kebersihan, serta standar keamanan pangan, sembari menunggu kebijakan lanjutan dari pemerintah pusat.
Penulis: Evita
Editor: Sianturi