Hujan Tiga Hari Redakan Kabut Asap Di Mimika, BMKG Ingatkan Potensi Kebakaran Sebaran titik panas (hotspot) di wilayah Papua berdasarkan pemantauan satelit di kantor BMKG Timika, Rabu (4/11/2026)(Salampapua.com/Evita)

Hujan Tiga Hari Redakan Kabut Asap Di Mimika, BMKG Ingatkan Potensi Kebakaran

SALAM PAPUA (TIMIKA) – Hujan dengan intensitas cukup tinggi yang mengguyur Kabupaten Mimika, Papua Tengah, selama tiga hari terakhir mulai meredakan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dalam beberapa bulan terakhir mengganggu aktivitas masyarakat.

Forecaster Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Mozes Kilangin Mimika, Daffa Alifian, mengatakan hujan tersebut membantu membersihkan partikel asap di udara sehingga kualitas udara dan kondisi atmosfer di Mimika berangsur membaik.

"Efek dari hujan yang terjadi selama tiga hari terakhir cukup membantu mengurangi kabut asap yang telah kita alami beberapa bulan terakhir," ujar Daffa saat dikonfirmasi Salampapua.com, Rabu (4/11/2026).

Meski kondisi udara mulai membaik, BMKG mengingatkan masyarakat agar tetap mewaspadai potensi munculnya kembali kabut asap. Pasalnya, sejumlah titik panas (hotspot) di wilayah Papua Selatan masih terpantau melalui pemantauan satelit.

Menurut Daffa, keberadaan titik panas tersebut mengindikasikan bahwa potensi kebakaran hutan dan lahan masih perlu diwaspadai. Kabut asap berpeluang kembali menyelimuti wilayah Mimika apabila kondisi cuaca kembali kering dan hujan tidak turun dalam beberapa waktu ke depan.

"Namun, kabut asap bisa saja datang kembali karena titik hotspot di Papua Selatan masih ada," katanya.

BMKG terus memantau perkembangan cuaca dan aktivitas titik panas di wilayah Papua bagian selatan. Masyarakat juga diimbau mengikuti informasi cuaca resmi serta menjaga kesehatan, terutama kelompok rentan, sebagai langkah antisipasi apabila kabut asap kembali terjadi.

Penulis: Evita

Editor: Sianturi