Inflasi Mimika Tembus 6,18 Persen Pada Oktober 2026, Harga Pangan Dan Emas Jadi Penyumbang Utama Ilustrasi inflasi 6,8 persen di Mimika per Oktober 2026 (Salampapua.com/Dokumen BPS Mimika)

Inflasi Mimika Tembus 6,18 Persen Pada Oktober 2026, Harga Pangan Dan Emas Jadi Penyumbang Utama

SALAM PAPUA (TIMIKA) – Kabupaten Mimika, Papua Tengah, mencatat inflasi tahunan (year on year/y-on-y) sebesar 6,18 persen pada Oktober 2026. Kenaikan harga kelompok makanan, minuman, dan tembakau serta perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi sejumlah penyumbang utama inflasi berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mimika.

Berdasarkan rilis BPS yang diterbitkan pada 2 November 2026, Indeks Harga Konsumen (IHK) Mimika meningkat dari 111,74 pada Oktober 2025 menjadi 118,64 pada Oktober 2026.

Kepala BPS Kabupaten Mimika, Dian Sudarmanto KS, SST., menjelaskan bahwa selain inflasi tahunan sebesar 6,18 persen, Mimika juga mengalami inflasi bulanan (month to month/m-to-m) sebesar 1,36 persen. Sementara itu, inflasi tahun kalender (year to date/y-to-d) tercatat sebesar 5,21 persen.

Secara tahunan, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan tingkat inflasi 8,99 persen dan andil sebesar 3,95 persen. Kenaikan tersebut terutama dipengaruhi harga sejumlah komoditas, antara lain bayam, cabai rawit, kangkung, ikan kembung, ikan cakalang, sawi hijau, dan beras.

Sementara itu, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mencatat inflasi tertinggi berdasarkan persentase, yakni 11,20 persen, dengan andil sebesar 0,87 persen. Kenaikan harga emas perhiasan dan sabun mandi menjadi faktor pendorong utama.

Kelompok transportasi juga mengalami inflasi sebesar 10,56 persen dengan andil 0,93 persen, yang dipengaruhi kenaikan tarif angkutan udara dan harga bensin.

Adapun kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga mengalami inflasi sebesar 2,97 persen dengan andil 0,42 persen. Kenaikan harga bahan bakar rumah tangga menjadi salah satu komoditas penyumbangnya.

"Sedangkan kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga mengalami inflasi 2,97 persen dengan andil 0,42 persen, utamanya disumbang oleh kenaikan harga bahan bakar rumah tangga," ujar Dian dalam rilis yang diterima salampapua.com, Rabu (4/11/2026).

Di tengah kenaikan harga pada sejumlah kelompok pengeluaran, BPS juga mencatat deflasi pada kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,27 persen serta kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 1,68 persen.

Sementara itu, dari sisi perkembangan bulanan, inflasi Mimika sebesar 1,36 persen pada Oktober 2026 terutama didorong kenaikan harga bayam, kangkung, ikan cakalang, tarif angkutan udara, sawi hijau, daun singkong, dan kacang panjang.

Dian mengatakan BPS Kabupaten Mimika terus memantau perkembangan harga berbagai komoditas sebagai bahan masukan bagi pemerintah daerah dalam merumuskan langkah pengendalian inflasi.

"Kami BPS Kabupaten Mimika terus memantau pergerakan harga komoditas ini sebagai bahan masukan strategis bagi pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat di Kabupaten Mimika," pungkasnya.

Penulis: Evita

Editor: Sianturi